Makan Batalam, Tradisi Ilmiah Etoser Padang

Senin-17 Desember,  Keluarga Besar Etos Padang melaksanakan pertemuan gabungan. Pertemuan kali ini di meriahkan dengan agenda makan batalam. Makan Batalam terkadang bisa menjadi istilah asing untuk orang luar minang. Begitupun di dunia per-etos-an Nasional. Makan batalam ini menjadi tradisi etos padang dari dulunya sehingga telah menjadi sesuatu yang khas diwilayah ini.

Makan batalam menjadi moment yang ditunggu-tunggu oleh etoser. Makan batalam biasanya dilakukan pada pagi dan malam hari di asrama putra/putri. Menurut kami makan batalam bukan hanya serimonial kosong namun banyak manfaat lain dari makan batalam tersebut diantaranya meningkatkan keakraban, mengajarkan kesederhanaan, dan mengikuti sunnahnya Rasul.

Kali ini, kami mengadakan agenda keakraban dalam bentuk makan batalam bersama juga dalam rangka Penutupan Akhir Pembinaan mengingat etoser akan libur 3 mingu pada senin mendatang. Pada acara ini, setiap angkatan diharuskan membawa “samba dan nasi” masing-masing sesuai kebutuhan angkatannya. Samba disiapkan oleh etoser Akhwat dan Nasi disiapkan oleh etoser Ikhwan.

Manwil dan alumni bertugas sebagai Juri untuk menentukan masakan terbaik, terkomplit, dan terenak. “Cukup sulit untuk menentukan pemenangnya, karena semuannya enak-enak “ Kata Uda Yasir, pendamping ikhwan. Mengingat, menimbang dan memutuskan, maka dari hasil diskusi para juri menu terbaik jatuh pada etoser 2018 (Lacuik) dengan menu “Samba Lado tanak (kentang+telur ayam) + samba lado ouk + pucuak paranci+ tempe goreng + mie goreng, sangat komplit.

Selamat kepada semua angkatan yang telah berkontribusi dalam agenda keakraban kita. Semua masakannya enak-enak dan kreatif. Hari ini menjadi hari istimewa untuk etoser dengan tersedianya banyak menu samba.  Sudah cocok jika etos padang buka kadai samba (hehe)

Yefsi Malrianti (PIC Despro/PIC Angkatan 2018)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *