Pembinaan Akhir Semester, Etoser Padang Tracking ke Lembah Nyarai

Sabtu , 22 Desember 2018.

-Bagian satu-

Arus Perjuangan Menuju Lembah Nyarai

Sore itu, Etoser Padang beserta pendamping berkumpul di depan Sentral Pendidikan BRI corporate University, Pasar Baru, Padang. Etoser yang terdiri dari empat angkatan, mulai dari angkatan 15 sampai angkatan18 terlihat memenuhi halaman Sendik, serta beberapa alumni etoser dari angkatan14 yang terlibat sebagai panitia PAS tahun ini. Etoser membawa tas ransel yang ukurannya lebih besar dari tas kuliah biasanya. Selain membawa perlengkapan pribadi dan bekal makanan, etoser juga diwajibkan membawa kado yang akan digunakan dalam acara tukar kado sebagai penutup kegiatan PAS nantinya.

Di tepi jalan, sudah terparkir tiga unitangkutan umum yang telah disewa untuk mobilisasi Etoser akhwat, sedangkan etoser  ikhwan mengendarai sepedai motor.Kira-kira pukul setengah lima sore, rombongan etoser yang memakai angkot berangkat terlebih dahulu. Lokasi PAS kali ini tidak lebih jauh dari PAS tahun kemarin yang dilaksanakan di Payakumbuh. PAS kali ini di langsungkan diPariaman, yakni Lubuk Alung dengan destinasi wisata yaitu Lembah Nyarai.

Hari sudah gelap saat rombongan angkot memasuki daerah tujuan. Perjalanan semakin sulit karena tidak ada penerangan disepanjang jalan. Jalanan mulai terasa berbatu, angkot tetap melaju dengan hati-hati. Sesekali terjadi guncangan besar ,Etoser mulai cemas kalau-kalau angkotyang ditumpangi terjatuh.

Sekitar pukul 20.30 wib, satu unit angkot yang membawa rombongan etoser akhwat, akhirnya tiba dilokasi. Sementara dua rombongan lainnya belum terlihat. Hingga hampir pukul 22.00 wib kedua angkot belum menunjukkan tanda-tanda kedatangan. Semua orang terlihat panik. Etoser mulai menguhubungi satu sama lain. Beberapa pendamping ikhwan, memutuskan untuk mencari dua angkot yang masih tersesat.

Sementara itu, suasana di dalam angkot yang tersesat semakin mencekam. Semua orang terlihat tegang. Supir angkot pun tidak bisa melakukan apa-apa. Malam sangat gelap. Tidak terlihat lampu jalan ataupun rumah penduduk untuk tempat bertanya. Tidak ada signal handphone untuk menghubungi siapapun.

Berharap seseorang datang dan menunjukkan jalanke lokasi tujuan segera. Setelah hampir llima belas menit angkot berhenti,seseorang dengan sepeda motor mendekat ke arah rombongan. seorang pemuda yang entah dari mana mengetahui keberadaan rombongan yang tersesat. Tanpa perkenalan pemuda itu langsung mengarahkan rombongan jalan menuju lokasi. Belum sempat menyampaikan terimakasih, pemuda itu berputar arah meninggalkan angkot yang telah sampai di gerbang lokasi tujuan.

Semua orang tersenyum lega. Meskipun sempattersesat, mereka sangat bersyukur atas karunia Allah yang selalu tercurah untukmereka. Apa yang terjadi di malam itu sungguh meninggalkan cerita tersendiri. Malam itu, mereka tahu bagaimana harus bergantung hanya kepada Allah. Hari ketika tidak ada manusia tempat berharap. Hari dimana kemajuan teknologi tidak bisa diandalkan. Hanya Allah, dengan segala bentuk pertolongan-Nya yang menjadisatu-satunya tempat meminta perlindungan. Perjuangan menuju Lembah Nyarai dimalam itu seolah menjadi pertanda bahwa PAS kali ini akan penuh dengan cerita perjuangan dan pengorbanan.

Minggu, 23 Desember 2018.

-Bagian dua-

Surga yang Tersembunyi, Air Terjun Nyarai

Pukul satu malam, Etoser telah bersiap-siapuntuk kegiatan PAS selanjutnya. Malam itu, Etoser dan pendamping melaksanakan Sholat Tahajud berjamaah untuk mengawali kegiatan hari ini. Nuansa religiusselalu mengiringi setiap agenda Etoser Padang. Ibadah menjadi kegiatan vital yang tidak pisa dipisahkan dari nilai ke-Etosan .

Seperti kegiatan-kegiatan pada umumnya. Agenda jurit malam menjadi salah satu rundown acara yang di siapkan oleh panitia.Jurit malam bertujuan untuk melatih keberanian dan juga meningkatkan rasa kebersamaan antar angkatan. Tidak hanya itu, dalam acara Jurit malam ini, pengetahuan tentang al-qur’an, hafalan dan ke-Etosan Etoser akan diuji untuk mengetahui seberapa luas pengetahuan Etoser tentang penugasan hafalan dan Etos itu sendiri.

Dengan di bekali sebuah lilin yang tidak utuh sebatang, masing-masing etoser harus berjalan menuju pos utama yang berjarak dua kilometer dari aula. Jalur jurit malam tidak lah mudah. Etoser harus melewati jalan setapak yang licin karena guyuran hujan tadi malam. Ditambah kondisi alam yang masih alami membuat semak-semak lebih tinggi daripada biasanya. Setelah hampir pukul lima dini hari, akhirnya semua etoser berhasilberkumpul di pos utama. Etoser melaksanakan sholat shubuh berjamaah di lapangan terbuka. meskipun turun hujan, sholat shubuh tetap berlangsung dengan khidmat.

Selesai sholat shubuh, tracking menuju Nyarai di mulai. Jarak tempuh yang jauh tidak membuat etoser patah semangat. Track yang dihadapi juga tidak mudah. Jalanan setapak terasa licin akibat hujan.Tidak sedikit etoser yang terpleset dan nyaris jatuh. Namun, pemandangan indah yang jauh dari bising perkotaan menjadi candu tersendiri untuk terus melanjutkan perjalanan. Hutan yang masih sangat terjaga , batang air yang jernih juga bunyi gesekan ranting dan dedaunan membuat nikmatnya perjalanan semakin terasa.

Tracking kali ini semakin lengkap dengan jalur track menyebrangi sungai yang arus nya cukup deras. Lebar sungai sekitar lima meter dengan kedalaman sungai se tinggi pinggang orang dewasa harus di sebrangi Etoser. Belum lagi kemungkinan pacet dan lintah yang akan hinggap menyedot darah. Ditengah sungai, tidak sedikit etoser yang terjatuh. Kejadian hampir hanyut terbawa arus berulang kali terjadi. Aksi penyelamatan heroik terlihat di sana-sini , baik oleh etoser maupun pendamping. Kak Yefsi Malrianti yang akrab kami panggil kak yep salah satunya pendamping yang paling sibuk bolak-balik dari tepian sungai ke tengahsungai untuk menyebrangkan para etoser akhwat.

Setelah hampir tiga jam perjalanan. Dengan segala rintangan di setiap detiknya, Etoser mencapai target dengan sukses.Lelah dan luka perjalanan hilang seketika bersama suara air terjuan Nyarai yang menakjubkan. Pemandangan yang luar biasa indah. Perpaduan bebatuan yang tertata akibat proses alam yang panjang dengan air terjun yang jatuh dengan apik membayar lunas setiap langkah perjalanan.

Masing-masing etoser mempunyai cara tersendiri untuk menikmati ciptaan Allah. Beberapa etoser terlihat sibuk mengabadikan  keindahan alam dengan kamera masing-masing.Etoser yang lain terlihat duduk-duduk santai di atas bebatuan. Serta beberapa etoser terlihat bermain dan bermandian di air terjun.

Layaknya sebuah pendakian, mencapai puncak bukanlah tujuan. Dalam sebuah perjalanan, kembali kerumah dengan selamat adalah tujuan yang sebenarnya. Begitu pula dengan perjalanan Etoser Padang kali ini.  Kembali kerumah tanpa kurang suatu apapun adalah tujuan. Sebelum pulang, PAS kali ini di tutup dengan acara tukar kado. Semua orang membawa kenangan nya masing-masing.

Tamat.

YuliaArum Sekarini | Fakultas Kesehatan Mayarakat
|Etoser 2017

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *