Bahagia adalah Kata yang Tidak Pernah Cukup


“Ma, Pa, barangkali kalian memang bukan manusia sempurna yang Tuhan ciptakan. Tapi dengan adanya kalian, aku merasa selalu sempurna.”

@yuliaarmskrn


Memang lah sudah menjadi hukumnya bahwa air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah.

Begitu saja. Tanpa perintah, tanpa aba-aba.

Mungkin ini analogi yang menurutku tepat untuk menjelaskan seperti apa cinta orang tua kepada anak. Tanpa perintah , tanpa aba-aba. Mengalir dan terus mengalir sampai akhir.

Mereka mencintaimu. Itu benar.

Aku bahkan tidak tahu bagaimana harus menjelaskan perasaannya kepadamu. Sedalam apapun ku cari tahu dan kuselami perasaan itu, aku tidak akan pernah mencapai dasar.

Entah sedalam apa. Yang ku tahu, mereka mencintaimu lagi dan lagi. Tanpa keraguan. Meski tanpa kata, “Nak, ayah mencintaimu.” Atau “ Kak, Ibu mencintaimu”. Tapi ia terasa.

Atau setidaknya cobalah rasakan.

Aku tidak tahu, apakah kita bisa mencintai mereka seperti air yang mengalir. Jangan-jangan semua kata-kata yang kita ucapkan hanya rangkaian kata. “aku mencintai kalian, Ma, Pa”.

Sedikit sekali pembuktian dan lebih banyak alasan.

Mungkin itulah kenapa di kitab suci manapun, yang selalu di perintah untuk mencintai adalah anak untuk mencintai orang tua. Sulit untuk membuktikan dan merasakan cinta itu ada.

Bagaimanalah air akan mengalir dari tempat yang rendah ke tempat lebih tinggi?.  Perlu bantuan semesta untuk mengalirkan air itu sampai ke sesuatu yang tinggi.

Yang ku tahu , perasaan ku padamu penuh keraguan.

Aku ragu apakah aku sudah mencintaimu atau belum.

Aku ragu tentang sudah pantaskah pembuktian cintaku padamu.

Aku ragu tentang banyak hal dalam hidupku yang telah ku usahakan untukmu.

Aku tidak pernah yakin aku sudah cukup membahagiakanmu.

Karena itu Ma, Pa aku akan datang setiap hari dan terus mengetuk pintu ridha dari mu.

Aku ingin kalian bahagia Ma, Pa. Dimanapun dan kapanpun. Tapi aku sadar, meskpin aku meminta kebahagiaan untuk kalian seumur hidup, ‘bahagia’ itu tidak akan pernah cukup mewakili segenap kebaikan yang telah kalian lakukan.

Untukku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *