Jatuh Cinta(lah) Pada Seorang Penulis

/

Jatuh cintalah pada seorang penulis                  

Ia mengubah rinai hujan jadi romansa. Rintiknya perlahan meresap, dalam sekali, kau hangat sekejap. Ia menyapamu dengan mahakarya. Dirimu tentu jadi pemeran utama. Abadi disana. Kau abadi dalam setiap bait-bait aksara.

/

Jatuh cintalah pada seorang penulis

Wujudmu adalah nyawa disetiap mimpi. Bayangmu adalah bait puisi. Kau ada dalam setiap imaji yang dicipta sendiri. Seluruh dunia tahu, kau yang paling dicintai oleh seorang yang hanya mampu berilusi.

/

Jatuh cintalah pada seorang penulis

Ia mengantarkanmu bertemu dunia baru. Kau akan takjub dengan lengkung rona di wajahnya; mengundang candu. Dan tatapnya, kau bisa berlama-lama disana. Tempat paling nyaman menikam rindu. Kau bisa mengunjungi danau-danau biru hasil air mata yang mengharu biru. Disana, tak ada kantuk sebab pesonamu adalah kafein paling ampuh, membuat tersipu.

/

Jatuh cintalah pada seorang penulis

Ia menitip rindu di langit tempatmu menatap. Lalu menjumputnya dengan penuh harap. Ia melukis sukmamu dimana-mana, pun di sudut mata, di arah timur maupun barat. Dirimu kian berkelebat.

/

Jatuh cintalah pada seorang penulis

Ia menyapamu tanpa suara. Ia mengecupmu tanpa izin. Ia merangkulmu dalam sangkar hati, ia jadikan karya. Luka dijadikan aksara, duka dijadikan kata-kata. Musibah dijadikan risalah. Ia juga pandai menyimpan duka nestapa. Tapi, kau tahu konsekuensinya bukan?

Sedikit saja kau menyakiti, mampus kau jadi karya sastra.

/

Jauh cintalah pada seorang penulis

Di sela-sela hiruk pikuknya dunia, ia bawa kau ke dunia berbeda sambil duduk menjuntai kaki, bersama. Saling menjajaki ruang dan waktu; saling menggenggam dengan hangatnya rindu. Saat kau mulai linglung, dia akan mengambil dialog anekdot berlatar semesta. Lalu, dia akan menatap binar matamu yang makin sekarat. Minta istirahat.

/

Tidak!

Jangan pernah jatuh cinta pada seorang penulis.

Semuanya hanyalah sebuah afeksi tanpa asa.

Semuanya hanyalah refleksi jutaan dosa.

Jangan, jangan pernah jatuh cinta pada seorang penulis.

Sungguh yang nyata ada di balik dada dan debar rasa.

Sungguh kau cukup berharga untuk mendapat yang nyata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *